Pasangselang-selang manifold gauge pada AC, dan pasangkan juga tang ampere pada kabel untuk pengenalan arusnya, lihat cara pemasangan selang manifold gauge dan tang amper pada gambar berikut. 3. Cek berapa tekanan freonnya pada Ac terlebih dahulu setelah anda pastikan freonnya kurang, baru lah anda bisa menambahkan nya dengan cara menyalakan Caranyaadalah sebagai berikut: pasang selang manifold berwarna biru pada pentil pengisian freon, lalu pasang selang berwarna kuning pada mesin pemakuman agar tidak terdapat udara didalam evaporator dan pipa instalasi ac. Caramembongkar pasang Air Conditioning tanpa membuang freon dapat anda lakukan dengan cara sebagai berikut: Setelah outdoor unit dapat beroperasi pasang selang manifold yg berwarna biru pada pentil pengisian freon lalu buka mur penutup kran valve yg berukuran 1/4 dan 3/8 (untuk ac split ukuran 0,5 PK sampai 1 PK) CaraMemasang Manifold Valves Pex Jika Anda memasang sistem pipa PEX di rumah Anda, pemasangan manifold PEX mungkin merupakan langkah terakhir dalam menyelesaikan proyek. Namun, memasang manifold dengan benar dalam sistem PEX juga merupakan salah satu langkah paling penting untuk menciptakan sistem pasokan air yang efisien di rumah Anda. Standardtekanan freon R22 adalah 57.6 - 84.1 psig. Jika tidak ada tekanan freon sama sekali, berarti sistem pendingin/ac split ada kebocoran. Cari sampai ketemu dimana letak kebocorannya dengan kuas kecil yg diberi air sabun, bila tidak diperbaiki/dilas kebocorannya freon akan berkurang kembali walaupun telah diisi sampai ac split menjadi Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Today, we’re going to talk about air conditioning systems, specifically AC installation and maintenance. As we all know, having a reliable and efficient air conditioning system is essential in providing comfort and coolness to our living spaces, especially during hot and humid days. In this post, we’ll discuss everything you need to know about AC installation and maintenance, including tips and tricks to ensure that your AC works efficiently and effectively. AC InstallationApa Itu AC?Jenis-Jenis ACMengapa Penting untuk Memiliki AC?Keuntungan Memiliki ACLangkah-Langkah Memasang ACTips Memasang ACAC MaintenanceApa Itu Maintenance AC?Jenis-Jenis Maintenance ACMengapa Penting untuk Melakukan Maintenance AC?Keuntungan Melakukan Maintenance ACLangkah-Langkah Melakukan Maintenance ACTips Melakukan Maintenance AC AC Installation If you’re planning to install a new AC system, there are several things that you need to consider. First and foremost, you need to determine the type of AC that is suitable for your home or office. There are several types of AC systems available, including window ACs, split ACs, portable ACs, and central ACs. Each type has its own advantages and disadvantages, so you need to weigh these carefully before making a decision. Apa Itu AC? AC adalah sistem pendingin udara yang digunakan untuk menyejukkan suhu dalam ruangan. AC dapat mengontrol suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara dalam ruangan. AC biasanya terdiri dari unit pendingin, sistem pengatur suhu, dan ventilasi udara. Jenis-Jenis AC Berikut adalah beberapa jenis AC yang tersedia di pasaran Window AC – AC tipe ini adalah AC yang dipasang pada jendela atau dinding. Window AC cukup efektif untuk ruangan kecil hingga sedang. Split AC – Split AC terdiri dari dua unit, yaitu unit dalam ruangan dan unit luar ruangan. Unit dalam rumah dipasang pada dinding dan berisi blower dan sistem pengatur suhu, sedangkan unit luar rumah berisi kompresor dan kondeensor. Portable AC – Portable AC merupakan AC yang dapat dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lainnya. AC jenis ini tidak memerlukan instalasi yang rumit dan cukup mudah digunakan. Central AC – Central AC merupakan jenis AC yang digunakan untuk sistem pendingin udara pusat pada rumah atau bangunan komersil. Sistem ini biasanya terdiri dari unit pendingin utama yang terhubung dengan serangkaian duct untuk mendistribusikan udara ke seluruh bangunan. Mengapa Penting untuk Memiliki AC? Memiliki AC yang efektif dan terpercaya sangat penting terutama jika Anda tinggal di daerah yang panas dan lembab. AC dapat membantu menjaga suhu dan kelembaban dalam ruangan dan membuat Anda lebih nyaman. Keuntungan Memiliki AC Berikut adalah beberapa manfaat dari memiliki AC Menjaga suhu dan kelembaban ruangan agar tetap nyaman Mengurangi risiko penyakit terkait suhu dan kelembaban yang tidak sehat Meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan Meningkatkan produktivitas dalam bekerja atau berkonsentrasi di dalam ruangan Langkah-Langkah Memasang AC Jika Anda memutuskan untuk memasang AC pada rumah, berikut adalah beberapa langkah-langkah yang dapat Anda ikuti Lakukan perencanaan – tentukan tipe AC yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan ruangan Anda Pilih lokasi yang tepat – pastikan bahwa unit pemasangan dinding atau jendela terletak pada ruang yang strategis dan mudah dijangkau Persiapkan peralatan – Anda akan memerlukan bor, obeng, drat, gergaji besi, dan kain pel Pasang braket – braket adalah bagian penting dari pemasangan AC, pastikan untuk memasangnya dengan benar dan kuat Pasang pipa – pasang pipa ke unit luar kecil dan hubungkan dengan unit dalam ruangan Cek instalasi dan uji coba AC – pastikan bahwa instalasi telah dilakukan dengan benar dan unit berfungsi dengan baik Tips Memasang AC Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda memasang AC secara efektif Pilih tipe AC yang sesuai dengan kebutuhan ruangan dan biaya yang terjangkau Pastikan bahwa instalasi dilakukan oleh teknisi terlatih dan berkualitas Pilih lokasi yang tepat untuk unit luar kecil dan jangan meletakkannya di tempat yang terlalu terkena sinar matahari langsung Periksa selalu suhu dan kelembaban ruangan secara berkala untuk memastikan bahwa AC berfungsi secara optimal AC Maintenance Setelah AC dipasang, langkah berikutnya adalah menjaga agar AC tetap berfungsi dengan baik. AC perlu dirawat secara berkala untuk menjaga kinerjanya. Ini termasuk membersihkan, penggantian filter, dan pemeliharaan rutin. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga agar AC tetap berfungsi dengan optimal Apa Itu Maintenance AC? Maintenance AC adalah serangkaian tindakan yang dilakukan secara rutin untuk menjaga kinerja AC agar tetap optimal dan mencegah kerusakan yang mungkin terjadi di masa depan. Maintenance AC terdiri dari pembersihan, penggantian filter, dan pemeriksaan komponen AC lainnya untuk menjamin kinerja yang optimal. Jenis-Jenis Maintenance AC Berikut adalah beberapa jenis maintenance AC yang dapat dilakukan Pembersihan – Membersihkan bagian-bagian dalam AC seperti evaporator coil dan kondensor coil secara berkala dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi AC. Penggantian filter – Filter AC harus diganti setiap 3 bulan untuk menjamin kinerja AC yang optimal dan menghindari kebocoran. Pemeriksaan komponen AC – Komponen AC seperti pipa dan kabel harus diperiksa secara berkala untuk menjamin kinerja AC yang optimal. Mengapa Penting untuk Melakukan Maintenance AC? Melakukan maintenance AC secara rutin sangat penting terutama jika Anda ingin agar AC tetap berfungsi dengan optimal. AC yang tidak dirawat secara berkala dapat mengurangi kinerjanya dan bahkan bisa meningkatkan konsumsi energi. Pengecekan rutin pada komponen AC seperti pipa, filter, dan compressor, dapat membantu Anda mendeteksi masalah pada awalnya, mencegah kebocoran dan menghambat kerusakan yang lebih serius di masa depan. Keuntungan Melakukan Maintenance AC Melakukan maintenance AC secara rutin dapat memberi Anda beberapa keuntungan, di antaranya Memperpanjang umur AC Mengefisienkan konsumsi energi Meningkatkan kinerja dan performa AC Menghindari biaya perbaikan yang mahal Langkah-Langkah Melakukan Maintenance AC Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk melakukan maintenance AC Pastikan AC dalam keadaan mati – pastikan AC dalam keadaan mati dan listrik telah diputus saat melakukan maintenance. Selalu matikan AC sebelum membersihkan – selalu matikan AC sebelum memulai membersihkan supaya Anda terhindar dari risiko tersengat listrik. Pembersihan – membersihkan bagian dalam AC seperti evaporator coil dan kondensor coil secara berkala dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi AC. Penggantian filter – pastikan bahwa filter AC diganti setiap 3 bulan untuk menjamin kinerja AC yang optimal dan menghindari kebocoran. Pemeriksaan komponen AC – cek setiap komponen AC seperti pipa dan kabel secara berkala untuk menjamin kinerja AC yang optimal. Cek dan isi ulang refrigeran – pastikan bahwa refrigeran sudah cukup dan sesuai dengan kapasitas AC. Tips Melakukan Maintenance AC Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda melakukan maintenance AC secara efektif Lakukan pembersihan AC secara rutin supaya kinerja dan efisiensi AC tetap optimal. Cek filter AC setiap 3 bulan dan pastikan untuk menggantinya jika sudah kotor atau rusak. Cek pipa dan kabel secara berkala untuk menjamin bahwa kinerja AC tetap optimal Minta bantuan teknisi AC yang berkualitas jika Anda memiliki masalah AC yang lebih serius. Demikianlah informasi tentang AC installation dan maintenance yang dapat membantu Anda memilih AC berkualitas untuk rumah dan juga menjaga kinerja AC agar tetap optimal. Jangan lupa untuk melakukan perawatan secara rutin dan menyimpan nomor teknisi AC terpercaya jika Anda mengalami masalah AC yang lebih serius. AC mobil merupakan salah satu komponen penting dan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara. Coba bayangkan saja ketika kamu berkendara di siang hari saat matahari sedang sangat terik-teriknya, namun AC mobil rusak sehingga tidak mengeluarkan udara dingin seperti seharusnya. Apa yang akan terjadi? Tentu saja hal ini akan sangat mengganggu kenyamanan kamu selama berkendara. AC berperan dalam menjaga suhu kabin mobil agar tetap stabil, mengingat ruangan kabin yang tertutup rapat selama mobil digunakan. Selain itu, AC juga berfungsi dalam mengontrol sirkulasi serta kelembaban udara di dalam mobil. Itulah sebabnya, penggunaan AC mobil sangat diperlukan. Tentunya agar AC tetap dingin dan berfungsi dengan baik, AC perlu dirawat secara berkala. Salah satunya adalah dengan rutin mengisi freon AC. Sama halnya dengan AC rumah tangga, freon pada AC mobil juga perlu rutin diisi agar udara yang dihasilkan tetap dingin. Oleh karena itu, penting bagi pemilik mobil untuk tahu bagaimana cara mengisi freon AC mobil dengan benar. Jika terjadi kesalahan dalam mengisi freon AC mobil, bisa mengakibatkan kerusakan pada AC dan membuat suhu mobil kamu tidak sedingin biasanya. Hal ini berimbas pada kenyamanan kamu pada saat berkendara. Sebenarnya untuk mengisi freon AC mobil dapat kamu lakukan dengan mengandalkan jasa ahlinya, yaitu jasa isi freon mobil terdekat. Sebelumnya, cek terlebih dahulu harga isi freon AC 2020 melalui internet atau sumber lainnya guna mempersiapkan budget. Namun, jika kamu ingin berhemat, kamu dapat mempelajari cara mengisi freon AC mobil secara mandiri. Melalui artikel ini, Qoala akan ulas mengenai cara mengisi freon AC mobil dengan mudah dan lengkap. Simak ya! Alat yang Dibutuhkan untuk Isi Freon AC Mobil Sumber Foto CC7 Via Shutterstock Ada beberapa penyebab mengapa AC mobil tidak dingin, salah satunya adalah freon AC yang sudah habis ataupun menipis. Habisnya freon AC juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kebocoran pada komponen pipa yang terhubung dengan AC atau memang disebabkan oleh freon AC yang sudah habis karena pemakaian. Freon AC mobil merupakan fluida yang berfungsi sebagai refrigerant atau senyawa berbentuk cairan yang menyerap udara panas di dalam mobil lalu mengolahnya menjadi gas dingin guna menyejukkan ruangan kabin dalam mobil. Itu sebabnya jika freon AC mobil bermasalah, maka otomatis AC di dalam mobil juga akan bermasalah atau tidak akan sedingin sebagaimana normalnya. Cara mengisi freon AC mobil cukup mudah, hal yang pertama perlu dilakukan adalah dengan mempersiapkan segala alat yang dibutuhkan untuk mengisi atau mengganti freon AC mobil. Adapun alat yang harus kamu persiapkan salah satunya adalah manifold gauge. Manifold gauge adalah alat yang biasa digunakan oleh teknisi untuk memperbaiki AC atau kulkas sebagai pembaca tinggi atau rendahnya tekanan pada refrigerant atau AC dan juga kulkas. Dengan alat ini, kamu dapat melihat besaran angka tekanan freon, apakah manifold gauge menunjukkan angka yang tinggi atau malah sebaliknya. Sebagai contoh, apabila manifold gauge menunjukkan angka 160-250 psi, itu artinya tekanan freon terhitung tinggi. Namun apabila manifold gauge menunjukkan angka 15-20 psi, maka tekanan freon tergolong rendah. Jadi, alat ini sangat penting dan dibutuhkan ketika melakukan pengisian freon. Selain Manifold gauge, kamu juga perlu menyiapkan isian freon baru untuk diisikan pada AC mobil. Persiapan Sebelum Menerapkan Cara Mengisi Freon AC Mobil Tak hanya mempersiapkan alat dan bahan saja, ada persiapan lain yang diperlukan sebelum menerapkan cara mengisi freon AC mobil. Jika kamu ingin mencoba untuk mengisi freon AC mobil secara mandiri, pelajari terlebih dahulu mengenai step by stepnya. Perlu kamu ketahui bahwa dalam mengisi freon AC mobil tidak bisa sembarangan, karena berisiko mengakibatkan kerusakan. Nah untuk menghindari hal tersebut, ikuti langkah persiapan yang perlu dilakukan sebelum mempraktikkan cara mengisi freon AC mobil berikut ini. Apa saja? 1. Kosongkan Sistem AC Mobil Langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum mengisi freon AC adalah memastikan bahwa sistem freon AC mobil kosong. Apabila freon AC yang lama belum benar-benar kosong lalu diisi dengan freon AC baru, justru dapat menimbulkan masalah pada kinerja AC mobil. Untuk itu jika freon AC yang lama masih ada sisa, kamu harus mengosongkannya terlebih dahulu. Sebelum mengosongkan freon AC mobil, kamu harus mengetahui besaran tekanan pada freon terlebih dahulu menggunakan alat manifold gauge. Setelah mengetahui besaran tekanan freon pada sistem AC, baru kamu dapat mengosongkan freon. Caranya, buang freon AC dengan menutup katup alat pemeriksa tekanan freon atau manifold gauge dengan menggunakan selang sesuai angka tekanan yang sudah dicek sebelumnya. Selanjutnya, tunggu beberapa saat untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi freon AC yang tersisa. Cara mengetahui freon AC mobil habis adalah dengan cara mengecek suara desisan kran yang sudah dibuka. Ketika suara desisan sudah menghilang, maka dapat dipastikan bahwa freon sudah habis total dan sudah siap untuk diisi kembali freon AC yang baru. 2. Vacuum Sistem AC Mobil Setelah memastikan bahwa freon pada sistem AC telah kosong dan tidak ada sisa lagi, maka langkah selanjutnya adalah memvakum sistem AC mobil kamu. Vacuum sistem AC ini dilakukan untuk memastikan, menghilangkan atau menghisap sisa-sisa uap air yang mungkin masih terjebak dan tersisa di dalam sistem AC mobil. Apabila sisa-sisa uap air tersebut tidak dihilangkan dan dibersihkan, uap air dapat bercampur dengan udara dan dapat mempercepat proses pembekuan freon pada sistem AC. Hal ini mengakibatkan gumpalan es dan merusak sistem pendingin mobil. Vacuum sistem AC dilakukan dengan menggunakan manifold gauge atau manometer tekanan pada kran tekanan. Kamu dapat menunggu kurang lebih selama 15 menit sampai indikator dari manifold gauge menunjukkan angka 758,4 mmHg atau 20 psi. Pada angka inilah tekanan uap air yang masih terjebak di dalam sistem AC mobil akan keluar dengan sempurna. 3. Lakukan Pelumasan Pada Kompresor AC Persiapan terakhir adalah melakukan pelumasan pada kompresor AC. Hal ini penting dilakukan sebelum mengisi freon AC untuk mengurangi resiko kerusakan pada kompresor AC. Caranya, tuang oli pelumas sebanyak 5 hingga 10 cc ke dalam kompresor AC mobil dengan menggunakan gelas ukur. Selanjutnya masukkan selang manifold gauge yang masih terhubung dengan vakum pada gelas ukur. Setelah itu kamu dapat membuka kran dengan tekanan rendah sedikit demi sedikit hingga oli pelumas masuk perlahan ke dalam sistem kompresor AC mobil dengan sempurna. Terakhir, jangan lupa untuk menutup kran tekanan rendah ketika oli pelumas sudah berhasil masuk ke dalam sistem kompresor AC mobil. Setelah menyiapkan sistem kompresor AC dengan mengosongkan sisa freon yang lama, memastikan sudah tidak ada lagi sisa uap tersisa pada kompresor AC dan melumasi sistem AC dengan oli, maka sistem kompresor AC sudah siap untuk diisi kembali dengan freon AC yang baru. Namun sebelum melakukan proses pengisian, kamu harus memastikan bahwa isi freon telah sesuai, karena ada berbagai jenis freon atau zat refrigerant yang beredar di pasaran. Umumnya, untuk mobil yang diproduksi pada tahun 90an ke atas sudah menggunakan freon jenis R134 yang dikenal sebagai freon yang lebih ramah terhadap lingkungan. Jangan sampai kamu menggunakan freon jenis R12 ataupun freon jenis R22, karena freon jenis ini lazimnya digunakan untuk AC rumah. Kamu juga harus tahu tekanan freon R134 sebelum menggunakannya. Jenis freon atau zat refrigerant lain yang biasa dipakai pada sistem kompresor AC mobil adalah hidrokarbon. Hidrokarbon juga dikenal sebagai zat refrigerant yang paling ramah terhadap lingkungan. Namun sayangnya, di Indonesia pemakaian zat ini masih sangat jarang ditemui karena jika terjadi kesalahan dalam pemakaiannya dapat menyebabkan risiko kebakaran dan keracunan gas monoksida yang membahayakan. Lantas bagaimana cara mengisi freon AC mobil yang benar? Nah, untuk pengisian freon terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari cara mengisi freon AC mobil tanpa vakum, cara mengisi freon AC pada saluran tekanan rendah hingga cara mengisi freon AC mobil pada saluran tekanan tinggi. Yuk, simak satu per satu. 1. Cara Mengisi Freon AC Mobil Pada Saluran Tekanan Rendah Cara mengisi freon AC mobil pada saluran tekanan rendah dilakukan dengan mengikuti beberapa step berikut ini. Pertama, hidupkan terlebih dahulu mesin mobil pada putaran 2000 s/d 3000 RPM dan hidupkan juga AC mobil dengan temperatur maksimal. Lakukan pengisian freon pada saluran hisap atau suction S / L yang terdapat pada kompresor AC. Pasang manifold gauge, lalu buka kran tabung freon dan tutup rapat kran saluran tinggi. Buka kran tekanan rendah perlahan-lahan agar freon yang masuk ke dalam saluran kompresor AC berupa gas. Perlu diperhatikan bahwa jangan sampai tabung freon terbalik, karena jika tabung freon terbalik dapat menyebabkan freon yang masuk ke dalam sistem kompresor berbentuk cair. Akibatnya, kompresor menjadi cepat rusak. Perhatikan besar tekanan freon AC mobil, kamu harus memastikan bahwa pada indikator tekan rendah manifold gauge menunjukkan angka kisaran 1,5 – 2 bar 21 – 29 psi dan indikator pada tekanan tinggi menunjukkan angka 14,5 – 15 bar 200 – 213 psi. Artinya, kompresor AC mobil telah terisi penuh oleh freon. Setelah pengisian freon pada tekanan rendah sudah selesai, pastikan bahwa tidak ada kebocoran yang terjadi pada saluran AC dengan menggunakan alat berupa AC Leak Detector. Proses pengisian freon AC mobil pun selesai dilakukan. 2. Cara Mengisi Freon AC Mobil Pada Saluran Tekanan Tinggi Cara mengisi freon AC mobil pada saluran tekanan tinggi sangat cocok untuk kamu yang masih belajar bagaimana cara mengisi freon AC mobil sendiri karena selama proses pengisian freon, kompresor tidak bekerja menekan zat pendingin berbentuk cair. Selain itu, pengisian dengan cara ini dapat membuat katup dan bagian lain dari kompresor tidak bekerja terlalu keras. Berikut ini cara pengisian freon AC mobil pada saluran tekanan tinggi yang dapat kamu praktikkan. Pertama, naikkan terlebih dahulu tekanan freon dengan cara memanaskan freon dalam alat pengisian khusus atau charging station. Pastikan bahwa kondisi mesin mobil dan AC dalam keadaan off. Pastikan alat manifold gauge sudah terpasang dengan kran tekanan rendah ditutup dan kran tekanan tinggi dibuka. Untuk dapat mengisi freon ke dalam sistem kompresor AC dalam bentuk cair, kamu harus membalik tabung freon terlebih dahulu. Tunggu beberapa saat sampai proses pengisian freon berjalan hingga selesai. Nah, itulah cara mengisi freon AC mobil yang bisa kamu lakukan secara mandiri. Mudah bukan? Perawatan AC mobil memang terkesan sepele, namun memberikan dampak yang besar terhadap kenyamanan berkendara. Selain itu, penting bagi pemilik mobil untuk melindungi mobil dari berbagai risiko serta kerusakan. Salah satunya adalah dengan membeli asuransi mobil terbaik. Yuk, temukan berbagai produk asuransi kendaraan lengkap dengan premi menarik di Qoala Blog dan App! Peudina, é o seguinte, vc conectará a mangueira azul no válvula de serviço o da tubulação mais grossa do ar, e a mangueira amarela na bomba de vácuo, aí com o manifold fechado, os dois lados vermelho e azul, vc ligará bomba de vácuo, e depois abrirá o lado azul do manifold e deixará ligado por 30 minutos, depois do tempo, vc fechará o manifold, e desligará a bomba de vácuo, deixe assim por uns 20 minutos, se o manifold continuar no negativo, está correto, se voltar para o zero, reaperte as conexões e repita a operação, depois de tudo ok, com uma chave allen abra a vávula da tubulação menor, um pouco apenas, e veja se existe vazamento nas tubulações, pode ser com uma esponja e sabão, estando ok, abra o restante, depois abra a vávula da tubulação maior, ligue o Ar, e verifique a pressão pelo manifold, se o ar for de gás R22, a pressão deve estar entre 60 e 65, se for o gás R410A, deve estar em torno de 75, caso menos deverá completar com o refrigerante até chegar nestes valores, espero ter ajudado..... Dalam pekerjaan servis refrigerasi dan tata udara, banyak macam-macam peralatan yang digunakan dalam pekerjaannya. Mulai dari peralatan yang umum digunakan, sampai dengan peralatan yang khusus digunakan dalam pekerjaan refrigerasi dan tata udara. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas satu alat khusus yang banyak digunakan pada pekerjaan servis refrigerasi dan tata udara. Alat ini tidak banyak yang mengetahuinya. Karena penggunaanya lebih khusus di bidang refrigerasi atau tata udara. Alat yang kami maksud di sini adalah manifold gauge. Istilah penyembutan alat ini bermacam-macam. Ada yang menyebutnya dengan servis manifold, ada yang menyebut dengan analyzer. Namun maksud dan kegunaannya tetap sama. Bentuk Servis Manifold Manifold merupakan alat yang wajib dimiliki oleh teknisi perbaiakn kulkas, AC, showcase, freezer, dan mesin-mesin pendingin sejenis. Bentuk servis manifold dibuat standar, sehingga mudah digunakan oleh siapa saja. Untuk warna-pun sudah standar, yaitu biru-merah. Biru menandakan tekanan rendah, sedangkan warna merah menunjukkan tekanan tinggi. Ada dua tipe manifold yang dijual di pasaran, yaitu tipe single manifold dan tipe double manifold. Manifold tipe single mempunyai satu valve kran dan dua port saluran. Manifold tipe double mempunyai dua valve dan tiga port. Yang akan diterangkan disini adalah servis manifold dengan tipe double. Fungsi Servis Manifold Servis manifold atau manifold gauge ini termasuk ke dalam alat ukur. Fungsi servis manifold atau manifold gauge adalah untuk mengukur tekanan gas. Satuan tekanan yang digunakan ada bermacam-macam. Diantaranya psi, bar, atm, inHg dan sebagainya. Tergantung pada pabrikan pembuatnya. Selain untuk mengukur tekanan gas –dalam hal ini refrigerant Freon– servis manifold juga dapat digunakan untuk melakukan pemvakuman sistem pendingin. Penggunaannya dikombinasikan dengan pompa vakum. Juga dipakai untuk menakukan pengisian refrigerant dan oli. Bagian-Bagian Servis Manifold Pengukur tekanan berwarna biru disebut compound gauge, yaitu dapat melakukan pengukuran positif dan pengukuran negative vakum. Istilah lainnya adalah meter vakum antara 30 inHg – 0 psi, dan 0 psi – 250 psi untuk pengukuran bertekanan di atas atmosfer. Compound gauge berwarna biru, dan selang yang terhubung ke nozzle disepakati berwarna biru juga. Pengukur tekanan berwarna merah disebut pressure gauge, yaitu dengan range antara 0 psi – 500 psi. Kode warna pressure gauge ini berwarna merah, demikian juga dengan selang yang terhubung padanya. Dan di bagian tengah manifold ada nozzle yang diberi selang berwarna kuning. Selang kuning ini biasanya terhubung ke pompa vakum pada saat melakukan pemvakuman. AC mobil tidak dingin merupakan tanda-tanda dari kurangnya freon refrigerant pada sistem pendinignnya. Kebocoran pada sistem AC mobil bisa terjadi pada bagian kondensor, evaporator, dan pemipaan antara komponen tersebut. Tidak terkecuali bocornya sistem AC mobil terjadi pada bagian pentil pengisian. Pentil pengisian ini berfungsi sebagai saluran pengisian refrigerant pada sistem AC mobil dan juga dapat digunakan untuk memasukan oli kompresor. Pada saat proses pengisian freon refrigerant, pentil pengisian ini akan tertekan oleh Quick Coupler sehingga saluran dapat terbuka. Dengan demikian, proses pemvakuman dan pengisian refrigerant dapat dilakukan tanpa ada kendala. Setelah proses pengisian selesai, pentil pengisian akan menutup kembali karena dilepasnya Quick Coupler sehingga refrigerant tidak dapat keluar. Pentil pengisian yang baik dapat menahan refrigerant dalam sistem AC mobil agar tidak keluar. Tetapi seiring umur penggunaan, karet pada pentil tersebut dapat mengeras dan tidak dapat menutup lagi dengan sempurna. Jika keadaan seperti ini maka harus dilakukan penggantian komponen pentil tersebut. Dalam penggantian pentil pengisian, sistem akan terbuka pada saat pentil dicabut dan refrigerant akan keluar. Dengan demikian, proses penggantian pentil pengisian menjadi lebih komplek akibatnya. Refrigerant akan habis dan harus dilakukan pengisian ulang dan tidak lupa untuk pemvakuman sistem sebelum pengisian. Ini akan berakibat pembengkakan biaya servis. Kejadian di atas dapat diatasi jika pada saat penggantian pentil pengisian pada sistem AC mobil menggunakan perlatan yang memadai. Terdapat peralatan khusus yang digunakan untuk mengganti pentil pengisian AC mobil tanpa harus membuang freon refrigerant. Bagian-bagian alat untuk mengganti pentil diperlihatkan pada gambar di bawah. Alat ini hanya dapat digunakan pada AC mobil yang menggunakan konektor Quick Coupler, sedangkan pada sistem AC mobil yang masih menggunakan konektor ulir manifold, alat ini tidak dapat digunakan. Cara Melepas Pentil 1. Buka tutup lubang pentil pengisian. 2. Pasang Quick Coupler pada pentil pengisian. Pastikan kedudukannya sudah kuat. 3. Tekan as pembuka pentil kemudian putar berlawanan dengan arah jarum jam ke kiri. Putar dengan putaran yang diperbanyak untuk memastikan pentil sudah terlepas dari ulirnya. 4. Tarik as pembuka pentil hingga mentok, kemudian tutup kran. 5. Lepaskan as pembuka pentil dengan cara memutar nut pengunci berlawanan dengan arah jarum jam ke kiri. Setelah terlepas maka akan terlihat pentil yang menempel pada ujung as. Cara Memasang Pentil 1. Letakkan pentil pada ujung as. Pastikan posisi pentil kuat dan tidak terjatuh. 2. Masukkan pentil kemudian pasang nut pengunci dengan memutarnya ke kanan hingga kuat agar tidak bocor. 3. Buka kran. 4. Tekan as pembuka pentil hingga terasa menyentuh dudukan pentil, kemudian putar as sambil diberi tekanan agar pentil masuk ke ulirnya. Pastikan pentil sudah terpasang dengan kuat. 6. Lepaskan Quick Coupler. 7. Cek apakah pentil masih bocor atau tidak. Jika masih ada kebocoran, keraskan lagi kedudukan pentil. 8. Tutup lubang pentil pengisian. Dengan menggunakan alat pembuka pentil ini, maka freon refrigerant tidak terbuang. Dengan demikian biaya servis menjadi lebih murah dan lingkungan bebas dari pencemaran udara.

cara pasang manifold ac